Persepsi

15 01 2011

 

Pengakuan tentang kondisi terakhir menjelang perayaan kehidupan tahun ke-5 bersanding dengan kanker telah mengundang banyak reaksi khususnya dari teman-teman di komunitas kanker.

Dua tahun lebih  menyimpan rapat berita yang sebenarnya, hingga akhirnya kemantapan hati yang mendorong untuk memberikan informasi pada teman-teman untuk mengetahui dengan jujur. Jujur bahwa pengobatan kanker yang ditempuh melalui jalur medis konvensional boleh dikatakan gagal. Prognosisnya semakin memburuk dan harapan hidup pun tipis.  

Sebagian sms masuk berbunyi demikian “Bagaimanapun dokter jauh lebih tahu tentang terapi kanker.”

Ada lagi yang menambahkan  : “Jangan coba-coba  self healing, serahkan pada ahlinya saja! Kalo di getah bening buruan di radiasi saja.”

Tidak semuanya itu salah dan tidak juga sepenuhnya benar. Karena semua itu adalah reaksi spontan ungkapan kasih sayang dan perhatian. Semua ingin cepat dan segera melihat hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Diharapkan dan diharapkan serta diharapkan.

Bagaimana jika tidak ada harapan lagi?

Ketika tidak ada harapan lagi….diri ini justru lebih mudah menjalani hidup. Tidak berkejaran dengan waktu, tidak terburu-buru, tidak ingin apapun, tidak kecewa karena tidak berhasil dan gagal, tidak menunjuk pihak lain sebagai sumber kesalahan, tidak protes, tidak bertanya, tidak berasumsi dan tidak ini dan itu.

Cukup. Menerima dan bersyukur.

Berdiri di atas kegagalan tidak selalu mudah untuk dilihat, diterima, dijalani dan disyukuri. Dan banyak sekali manusia sekarang yang gagal berdiri di atas kegagalan. Tidak ada seorangpun yang ingin menderita, gagal, sedih, kecewa, miskin, apalagi sakit.

Banyak sekali referensi spiritual yang mengisahkan bagaimana orang-orang pilihan Tuhan diuji dengan sakit yang luar biasa. Sepanjang hidupnya, Nabi Ayub diuji dengan sakit di sekujur tubuhnya. Seorang nabi, manusia suci yang dijamin kehidupannya dalam agama yang saya anut begitu dekat dengan surga, diuji dengan penyakit di sekujur tubuhnya.

Diri ini memang bukan nabi atau orang suci, tapi keyakinan yang kuat bahwa setiap peristiwa kehidupan bisa menjadi cara untuk membersihkan diri.  

Sebagai ungkapan terima kasih yang tulus pada teman-teman di komunitas kanker khususnya CISC Jakarta, saya ingin menegaskan dan menyampaikan permohonan maaf bahwa diri ini sudah menentukan jalan sendiri untuk berjalan di jalur yang berbeda dengan pilihan teman-teman di komunitas kanker. Dengan segala konsekwensinya.

Mari kita memandang indahnya perbedaan dari dalam diri. Tidak memaksakan kehendak pihak lain dan tidak juga memaksakan kehendak sendiri. Tidak memberikan label atau persepsi apapun terhadap pilihan setiap orang lain serta tidak menghakiminya.

Kita cukup menyaksikan bersama pementasan “Aneka Ria Tarian Kehidupan”

Dan mari kita sadari bahwa tak ada pesta/pementasan yang tak berakhir.

Teman-teman meditasi sering mengingatkan “Jangan berpersepsi apalagi bikin sinetron sendiri. Perhatikan saja, lepaskan, lepaskan…..jasad ini bukan milik kita. Jangan posesif.”

Semoga semua hidup bahagia, amin.

Love,

Ani


Actions

Information

24 responses

16 01 2011
Titah

Ani hunny,
Hmmmm…. jadi ini sebabnya sekian lama Ani “menghilang” dariku, ganti nomer hape tanpa pamit, dan komentar2 tak berjawab? Semoga Allah segera membukakan pintu kesembuhan buat Ani ya…

19 01 2011
ocekojiro

Ketika ‘Aneka ria tarian kehidupan’ berakhir… Yang selamat adalah mereka yang mengerti ‘jalan pulang’.

19 01 2011
budi

sedihnya para dokter suka memandang badan pasen sbg benda padahal punya jiwa. Tapi jiwa itu dianggap tidak penting, shg tidak perlu mendpt perawatan. Bagi sy jiwa justru lebih penting utk dirawat. Rasa sakit lebih terasa menyiksa jika pikiran tidak tenang…

24 01 2011
bluethunderheart

blue kasih nomor hp blue y
semoga kamu sellau sehat y disana
selalu ada sapa penuh kangen dari seorang blue
salam hangat

26 01 2011
Alya

Mba mau tanya, resepnya apa bertahan 5 tahun? Pake Tamofen terus mba? herceptin juga? itu mahal banget

6 02 2011
mujiyanto

Selamat jalan mbak ani,engkau adalah orang yg kuat,tegar,dan pekerja keras..perjuangan mbak sangat hebat..Semoga mendapatkan ketenangan di ”sana”. Amiin

6 02 2011
Titah

…………………………………………..
Semua ketakutan sudah kutukar dengan rasa syukur yang begitu besar karena CA mengantarkanku melihat dunia yang begitu dalam penuh makna. Aku tak akan lagi menghakimi sel kanker yang berbahagia di tubuhku, apalagi memotong dan membuangnya seperti dulu. Aku belajar banyak meditasi sebagai murid langsung dari Pak Gede Prama, komunitas Chan Indonesia dan Komunitas Vipassana di Brahma Vihara Arama, Bali. Memisahkan jiwa dan raga dari ego kita. Tidak mengeluh tidak protes tidak ingin ini dan itu he he he….

Jangan merasa bersalah dengan apa yg terjadi padaku mbakyu….I’m fine. Selipkan namaku dalam doamu adalah hadiah dan support terindah.
………………………………………………..

(emailmu, 21 Januari 2011)

Terima kasih untuk persahabatan yang indah selama ini. Selamat jalan Ani, aku tahu engkau lebih tenang dan berbahagia bersama Allah. Semuanya tertebus sudah, insya Allah khusnul khatimah adanya. Much love, mmuachhh..!!

7 02 2011
Arin

Salam Terindah Untukmu,, Wahai Jiwa yang Tenang..

“Perhatikan saja, lepaskan, lepaskan…..jasad ini bukan milik kita. Jangan posesif.”
Semoga semua hidup bahagia, amin.,”

Begitupun dengan dirimu mb,,
Aku Yakin,, dirimu disana Jauh Lebih Bahagia bersamaNya disana.. sedangkan kami..masih berdendang dengan “Aneka Ria tarian Kehidupan..”,,
Selamat Jalan mb Ani,, Sosokmu selalu ada di bagian hati Kami.. Ada Tempat untukmu di dalam dada ini.. Ketika Kau meyakini hidupmu yang cukup dengan dua kata.. “menerima dan bersyukur”

Love U,,

7 02 2011
ocekojiro

Innalillahi wa innailaihi rojiun…

Selamat jalan Sahabat…
Bahkan hingga dipenghujung persahabatan kita, kamu masih sempat mengajarkan banyak hal kepadaku, diantaranya adalah tentang keiklasan dan kesabaran.

Selamat jalan Sahabat…
Hanya itu kata kata yang dapat kuucapkan, meskipun bergejolak di dalam hati begitu banyak kata dan cerita semasa kita berjuang bersama melawan KANKER yang dengan biadab mencabik cabik tubuh kita.

Selamat jalan Sahabat…
Selalu ada cerita lucu dalam perbincangan kita
Selalu ada cerita hangat tentang Awan dan mas Iwan
Selalu ada cerita menarik tentang pengobatan

Selamat jalan Sahabat…
Kami semua iklas, karena ini semua adalah kehendakNya.

– ocekojiro –

7 02 2011
Kekem

Hari ini, seorang sahabat memberitahu ku
Ternyata sahabat seperjuangananku melawan CA Mamae
telah pergi untuk tidak kembali
2 tahun sudah kami bercengkrama dan berkasih sayang tanpa bersua
Saling bertegur sapa dalam canda yang hanya dimengerti oleh kami
Para penyintas kanker
Saling menyingatkan dan mengejek dalam keharuan dan kepasrahan
Di dadanya ada seribu cinta bermekaran yang tidak pernah habis tuk di bagikan tuk para sahabatnya
Aku salah satu orang yang menerima cintanya dalam bahasa kami yang mendalam

Sahabatku…..nama depan kita sama, penyakit kita sama
Tapi rupanya Alloh lebih menyanyangimu
kini senyummu abadi melayang- layang rebah di sebuah kubur tanah merah
Sepi itu sekarang milikmu, sebab kelak juga ia akan menjadi milik ku.
Maka tenanglah di rerimbunan rindang kamboja. Di hening lipatan jiwa

Cerita dunia telah selesai engkau mainkan dengan baik
tanpa cela dusta pura-pura
Tidurlah dengan nyenyak sahabatku.
Ku iringi kepergianmu dengan doa tulusku
Walau pasti rasa kangen ku padamu tak terbalaskan
Embun hati membasahi hijau rumputan
pasti kita pun akan bertemu di gerbang ke abadian

Siti Nuryani

12 02 2011
Andre Laksono

Selamat Jalan sahabat..Pastinya engkau telah tenang, bahagia di alam sana..Tuhan ampunilah segala dosa dan kesalahannya baik disengaja maupun tidak disengaja, perhitungkanlah segala amal baik perbuatannya, lapangkanlah jalan menuju ke sorga.. Terima kasih untuk persababatan kita..Untuk mas Iwan dan dik Awan yang tabah ya…

Andre Laksono dan Istri ( Endang Dwiningsih )

15 02 2011
lisa

doaku bersamamu nik

16 02 2011
aroma

Ani..pelukan hangatmu masih terasa di saat menjelang waktu istirahat itu tiba.Tidurlah dalam kedamaian, Iwan dan Awan akan menjemputmu nanti. Tunggu yaaa…..

17 02 2011
Budi Santosa S.H

Selamat jalan sahabatku, sedih juga melihat peneliti kanker diluar sana masih saja menyembunyikan hasil penelitian “healing cancer” graviola dan lainnya..

19 06 2011
tyas

selamat jalan mbak… walopun qta tak pernah jumpa, namun semangat dan keikhlasanmua menulariku.. semoga semangatmu tetap bersamaku…

2 08 2011
bundadontworry

Selamat jalan, Ani sayang
Semoga Allah swt menempatkanmu disisi NYA yang tebaik,
memudahkan dan melapangkan jalanmu menuju Surga NYA ,aamiin
Terimakasih utk persahabatan kita yg singkat ini, namun penuh kebahagiaan
Untuk Mas Iwan dan Awan, tetap tabah ya
Allah swt terlalu menyayangi Beliau

Ya Allah, berikan Aniku kasih sayang MU
krn sesungguhnya ENGKAU lah yg Maha Pemberi Kasih
dan, tempatkan Aniku disisiMU di tempat yang terbaik ,aamiin
salam

20 08 2011
Obat Diabetes

sedihnya para dokter suka memandang badan pasen sbg benda padahal punya jiwa. Tapi jiwa itu dianggap tidak penting, shg tidak perlu mendpt perawatan. Sel;ama tjalan kawan.

23 08 2011
Harga Hotel Indonesia

sekarang obat kanker bisa menggunakan sirsak

27 01 2012
sitinuryani

mbaaak…..aku kangen ngobrol ama mbaak, becanda dalam telp jarak jauh….ngak ada lagi yg ngaseh aku semngat dan ketawa bareng dalam ke gemblungan kita….ngk ada ada yang ngebangunin aku tuk ngingetin aku tuk cepet2 ambil wudhu tuk sholat malam…..aku lagi sedih mbak……hiks hiks hiks

28 02 2012
santiwidya

Mbak Ani, baru aku tau nama dan tulisan2 indahnya di blog, saat teman baruku CA endometriosis mendatangiku. Ternyata mbak Ani sudah sembuh sempurna. Mbak, Gusti Allah sungguh sayang ke panjenengan… *mbrebesmili*

7 03 2012
Yanuar Rafli

Semoga bisa menolong penderita kanker,
Studi yang sudah dilakukan Dr.Darryl See MD (Associate Clinical Proffesor World Health Organization/ WHO) thd 20 Pasien Kanker stad-4 dan diprediksi usianya rata2 tinggal 3.7 bulan lagi. Dalam waktu 6 bulan, 16 orang dinyatakan Remission/kindisi berangsur pulih.

12 08 2012
Ratna

Salam buat teman-teman. Yakinlah kita bisa kalahkan kanker.

Skedar sharing pengalaman dengan teman-teman seperjuangan, aku sebagai wanita
yang “diselamatkan” Tuhan dari ganasnya Kanker Payudara dengan natural
Orthomolecular Treatment dalam waktu 19-50 hari mengikuti Therapy Fast Protokol Vitamin B-17 dari buah apricot
melawan penyakit ku hingga dinyatakan “bersih kanker ku”

Program ini pun memang baru kalo di Indonesia , dan aku baru tahunya 4 bulan
lalu tidak sengaja ketika aku belanja disebuah pusat perbelanjaan dan ketemu Ibu Katrin yang baru selesai sembuh dri kanker Nasofaring ..

Metode ini disupervisi oleh seorang profesor dari Malyasia namanya Prof,Putra Meir, karena profesor malyasia susah banget untuk komunikasi karena pasiennya
diseluruh dunia, jadi kita yang di Indon terpaksa waiting list, untung aku ketemu bu Katrin dan dia yang jembatani ke Prof tanpa harus konsultasi ke malaysia.. ternyata dari dialog dengan Prof.Putra bahwa penyakit kanker kita ini maslahnya kegagalan metabolisme tubuh kita dan krisis vitamin,

Aku diminta blood test grade A untuk liat kondisiku….dia tidak setuju dengan biopsi dll,

Metode ini pilihan yang lebih nyaman
, ALAMI dan ramah dengan mengaktifkan metabolisme tubuh kita sendiri untuk
menghancurkan sel kanker dibanding
dari ketidakpastian pengobatan konvensional kemoterapi dan radioterapi yang
telah aku lalui dengan sangat melelahkan .

Program ini aku jalankan di rumah dengan mengikuti protokol yang ditentukan prof
dengan jadwal 18 jam sehari dalam 19 hari pertama, selanjutkan
tinggal maintanance hingga 50 hari. Ternyata setelah hari ke 25 dan ku blood test Lagi hasil blood test Tumor Marker ku
berubah drastis dari 1123 jadi 30 atu jadi Negatif dan aku feel fresh…

semoga info ini bermanfaat buat para survivor, ternyata metode ini efektif juga
buat penyakit degeneratif lainnya seperti diabetes, jantung dll. karena profesor
ini treatmentnya tidak sekedar kankernya saja yang disembuhkan tapi juga organ-organ dalam tubuh yang
lainnya yang terdeteksi “melemah” dari hasill analisa blood test Grade A. Jadi
lebih dini kita deteksi lebih cepat kita mengambil langkahnya,,,,

Aku tidak bisa banyak cerita, buat teman-teman seperjuangan JANGAN PUTUS
ASA…YAKINLAH TUHAN CIPTAKAN ALAM UNTUK KITA…..

29 01 2014
Dila Amalia

Innalillaahi .. Saya kira mba ani masih ada :’) baru saja saya ingin sharing bareng mba:’) smga mba tenang di alam sana ya :’) aamiin O:)

29 03 2014
Halra

turut berduka cita…
mungkin perlu dipertimbangkan juga untuk menggunakan obat herbal sebagai sarana terapi, karena sudah banyak obat herbal berkualitas dan terbukti bisa mengatasi kanker. thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: