Tahun Baru, Lembaran Baru

7 01 2011

Detik bertemu menit, berganti jam, berubah hari, berjalan menuju bulan dan berlalu menjadi pergantian tahun.

Semuanya datang dan pergi….

Begitupun dengan kebahagiaan dan kesedihan. Datang dan pergi seperti waktu yang terus berganti.

Bertahun-tahun menjalani hidup dengan kanker secara jujur harus diakui bahwa tidak selamanya rasa sakit, sedih, bingung dan lelah saja yang menemani sepanjang waktu. Rasa itu pun datang dan pergi. Ada kalanya berganti dengan tawa, canda dan bahagia.

Tidak hanya itu, segunung hikmah, ribuan ikatan tali persahabatan, uluran cinta dan kasih yang begitu besar selalu muncul di balik rasa tidak nyaman yang bergejolak. 

Sebagai bahan renungan untuk diri sendiri, bahwa berjalan dalam kehidupan yang silih berganti menumbuhkan kesadaran bahwa tubuh ini sudah sangat lelah mengejar kesembuhan.

Prognosis yang sangat buruk  selalu diteriakkan oleh berbagai penjuru dunia dengan hitungan prosentase harapan hidup yang tipis untuk penderita kanker payudara yang relapse di getah bening dan dicurigai sudah mengganggu paru-paru.

Tidak hanya itu, bujuk rayuan untuk mencoba ini dan itu pun terus berdatangan dan membanjiri panca indera. Diiringi dengan persepsi yang bersifat pembenaran subyektif.

Seorang Guru Spiritual selalu mengajarkan : “Tersenyumlah pada kebahagiaan dan penderitaan.”

Bertahun-tahun melawan rasa sakit, tidak hanya jasad yang menjadi semakin sakit, tetapi batin dan pikiran pun ikut sakit. Artinya, teori melawan rasa sakit yang selama ini dijalani tidak tepat, utamanya sangat tidak tepat untuk tubuh, pikiran dan batin ini.

Sakit tidak ada bedanya dengan sehat dan senang. Sakit pun layak disambut dengan senyum. Karena sakit juga tidak kekal. Datang dan pergi…

Vonis kematian yang dihitung secara matematika adalah guru spiritual batin ini. Jika batin ini masih menolak dan membenci prognosis yang buruk, artinya masih harus lebih banyak belajar membersihkan kotoran batin.

Di tahun baru… lembaran kertas baru yang masih putih bersih layaknya hanya di gores  dengan pena perdamaian. Berhenti melawan dan mengibarkan bendera persahabatan dengan rasa sakit dan penderitaan.  

Kebahagiaan dan penderitaan memiliki sifat yang sama. Tidak kekal.

Semoga Semua Hidup Bahagia, Amin.

PS : Terima kasih dari hati untuk Seorang Guru Spiritual (Pak Gede Prama)yang telah dipertemukan dengan diri ini oleh Sang Sutradara Kehidupan. Juga semua saudara dan sahabat di Brahma Vihara Arama, tak lupa Pak Ivan yang selalu support.


Actions

Information

7 responses

8 01 2011
Ana

Benar sekali, tdk ada yg kekal didunia ini, kebahagiaan dan kesedihan silih berganti mari kita hadapi kehidupan ini dgn rasa syukur yg tak terperi, nikmat Allah sungguh luar biasa, teruslah tersenyum sahabatku, dibalik kesedihan ada kebahagiaan yg sdg menunggu.

8 01 2011
sima

hi Ani.. Selamat tahun baru…
Turut mengamini harapan “Semoga Semua Hidup Bahagia”.

10 01 2011
ocekojiro

Itulah dunia… Semua fana.
Sebaliknya ada kebahagiaan dan penderitaan yang pasti kekal di Akherat sana, dimana kita diberikan kebebasan mutlak untuk memilih salah satu diantaranya.

10 01 2011
Titah

Met tahun baru Ani. Tahun baru, senyum baru… senyum yang paling indah..🙂

12 01 2011
retno

Mbak Ani, bolehkah saya bergabung? Saya didiagnosa MDS dan tinggal di jogja juga

15 01 2011
Sahabat Yogya

Silahkan Retno tulis pengalamannya di OUR STORY

19 06 2014
Istanamurah

ayoo diupdate lagi blognya pak biar makin ada postingan baru lagi untuk dibaca dan disimak,😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: