Renungan Akhir Tahun : Ada Atau Tiada Hari Esok

19 12 2010

 

Berkali-kali menerima vonis kanker dengan buntut panjang pengobatan terkadang membuat langkah kaki ini surut. Kekecewaan demi kekecewaan melewati hari demi hari yang terus berlalu. Menangis bukan dan tidak saatnya lagi karena hidup dan kehidupan yang berputar tidak terpisahkan dari dualisme (apapun : baik-benar, sehat-sakit dsb.) selama persepsi dan pembenaran mendominasi pikiran.

Lelah.

Tidak munafik, itu yang terasa dalam perjalanan menempuh kehidupan yang terseret jauh oleh harapan yang membumbung dalam pencarian keindahan dan kebahagiaan menurut pandangan mata yang nanar.

Sakit.

Itu yang selalu mengganggu ketenangan batin karena permainan rasa sangat mendominasi.

Apa yang menakutkan dari semua ini?

Kematian? Mungkin kematian memang menakutkan menurut persepsi diri yang tidak selalu benar.

Mengenal kematian lebih dekat adalah pelajaran indah tentang kehidupan yang sesungguhnya. Kematian adalah hak mutlak setiap hidup. Pertanyaan tentang kematian seringkali tidak di sertai dengan pertanyaan tentang kelahiran sebagai dualisme yang tak terpisahkan.

Siapa yang minta dilahirkan? Sebagai mahluk Tuhan paling sempurna? Sebagai wanita cantik yang memiliki pasangan setia dan keluarga bahagia? Sekaligus sebagai penderita kanker? 

Adakah yang salah dari semua itu?

Berjalan di atas rel kehidupan tidak sekedar mengejar mimpi akan hari esok. Hari ini, saat ini,apapun yang terjadi, apapun yang dilakukan dengan bertabur rasa syukur adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Ada atau tiada hari esok.

Always keep smiling…… 

Much Love,

Siti Aniroh.




Actions

Information

4 responses

19 12 2010
ocekojiro

Hidup tidak diukur dari panjang pendeknya usia seseorang, jadi… apalah artinya HARI ESOK jika kita tidak bisa mendatangkan manfaat bagi orang lain?

30 12 2010
melianaaryuni

Yup…Tersenyumlah, hadapi….

4 04 2011
BUDHI AHMAD

SAHABAT,
MESKI TULISANMU SUDAH BEBERAPA WAKTU BERLALU, TETAPI PERJALANAN MASIH HARUS DIFINISKAN SAMPAI AKHIR MANUNGGALING KAWULO-GUSTI TERJADI.
PENYAKIT ADALAH BATU SANDUNGAN SEKALIGUS PERINGATAN DAN ANUGERAH. DAN KEMATIAN BUKANLAH AKHIR KEHIDUPAN, KARENANYA SUDAHKAH KITA YAKIN BAHWA TANGAN TUHAN SENANTIASA MENGGANDENG KITA ? DERAAN PENYAKIT HENDAKNYA DAPAT MANGEJO-WANTAH MENJADI SERUAN JIWA AGAR KITA TAK TERLEPAS DARI GENGGAMAN TANGAN SANG ADA LAGI SEGALA MAHA.
DAN BERSYUKUR DALAM SEGALA HAL ADALAH BENANG MERAH YANG TAK BOLEH PUTUS SEBAB RUMAH TUHAN TINGGAL SEPENGGAL PERJALANAN.
IKHTIARLAH MARI, KARENA KITA DIBERI AKAL-BUDI; HABIS GELAP PASTI TERBITLAH TERANG; ITU PASTI !!!

8 04 2011
Novi Sriwahyuni

Berjuanglah teman dan selalu semangat…kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok…keajaiban dan musibah selalu datang tak terduga……mari kita saling semangati oke….cahyooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: