Cukup Hari Ini

3 12 2010

Duduk di antara para pengungsi gejolak Merapi seringkali menjadikan hati ini membumi. Pelajaran tentang keikhlasan tanpa teks dan teori ataupun dalil-dalil suci terasa nyata. Lepas. Bersama mimpi-mimpi yang berterbangan. Hanya hari ini. Cukup hari ini.

Dalam kekosongan pandangan mata yang berisi ribuan makna, ada sedikit cerita yang terkuak. Selebihnya hanya tarikan dan hembusan nafas pelan…sungguh pelan….simbol kepasrahan dan totalitas kehambaan.

Ada rasa sakit yang menyayat hati

Ada air mata mengalir jernih

Ada luka dan darah

Ada nasi bungkus lengkap dengan lauknya

Berjuta rasa dan gejolak  jiwa tampak datar penuh makna

Ada….ada…..ada….ada….ada isi, ada kosong.

Isi adalah kosong, kosong adalah isi.

Apa sebenarnya yang ingin saya tuliskan?

Pelajaran kehidupan yang saya petik dari sebuah getaran alam dalam sekedip mata.

Hampir 2 (dua) tahun saya sekeluarga menetap di Yogya. Dan kami memilih di daerah atas. Seputaran Kaliurang. Selain udaranya yang masih bersih, alamnya pun indah. Masyarakat sekitar tak kalah ramah dalam pergaulan sehari-hari kami.

Dari kemesraan dengan alam berikut penduduk sekitar, sayap kami pun mengembang  ke sektor perkebunan kopi yang selama ini tumbuh dengan liar dan alih-alih mengasah ilmu sekaligus menyalurkan hobi dengan mengembangkan pertanian organik khususnya untuk sayuran.

Hari-demi hari kami lalui bersama warga sekitar Cangkringan, Ngancar dan Jetis Harjo. Tidak ada beda siapa saya dan siapa kamu. Tidak ada pangkat dan jabatan. Yang ada adalah tawa canda. Selebihnya mencangkul tanah, membuat bedeng, menyemai benih, membersihkan gulma dan rutinitas biasa kehidupan di ladang. 

Indahnya sebuah kesederhanaan.

Tidak ada persaingan, tidak ada korupsi, pun tidak ada polusi…

Secara sadar kami pun mengerti dan faham, bahwa saat-saat yang indah itu ada akhirnya…dan kami bersyukur semuanya berakhir dengan cara-cara yang indah.

Kini hampir seluruh rumah tinggal menjadi kenangan. Tapi hidup ini bukankah harus terus berjalan? Meratapi masa lalu hanya melibas rasa syukur bahwa hari ini masih bernafas. Iya…bernafas.

Artinya kami masih hidup.

Dengan kesadaran yang sesungguhnya, sebagian besar dari kami justru merasa terlahir kembali dengan peristiwa besar meletusnya Merapi.

Kesederhanaan mengajarkan kepada kami untuk selalu bersyukur dan cukup untuk hidup hari ini, apapun yang terjadi.

By Siti Aniroh


Actions

Information

7 responses

3 12 2010
bundadontworry

Anny sayang……..
dah seabad bunda gak kesini😦
semoga Anny selalu sehat dan semangat ya sayang………… (hugz erat)

Subhanalllah, betapa banyak yg bisa kita syukuri dr hidup kita, ketika melihat penderitaan orang lain,yang membuat kita miris dan ikut merasakan pedihnya😥
Allah swt Maha Pengasih, memberikan musibah agar bertambah ketakwaan kita padaNYA semata
salam

3 12 2010
Bumi Al Fattah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
——
Mba Siti benar2 wanita yg semnagat, jiwa siti hajar mengalir dalam diri mba…

Saya jadi teringat kata guru saya: Jika ALLAH yg menyuruh hal sedemikian “dalam hal ini cobaan yg mba hadapi”, tak perlu takut karena ALLAH tak akan menyia-nyiakan…

Semngt mba!

——

صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد – صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

4 12 2010
Titah

Salam Ani,
Rumah Ani tidak ikut menjadi kenangan kan? Juga kebun-kebun organiknya? Keep strong, honey…

5 12 2010
Sahabat Yogya

@ Bunda
Hugz eraaatttt untuk berjuta do’a & cinta, thanks so much.

@Bumi
Thanks

@Mbakyu Titah
Thanks ur attention…rumah pribadi tidak hancur, cuma pebuh debu dan sekarang sudah dpt ditempati. Kebun kopi petani Petung nggak ada yang bersisa. Kebun sayur di Ngancar & Jetis Harjo pun demikian.

5 12 2010
sima

dear Ani,
hidup ini perjuangan
perjuangan itu ibadah
ibadah itu surga
begitu katanya….
semoga Ani dan semuanya tegar dalam perjuangan ini

15 12 2010
tyas

Mbak.. Salam kenal. Aq bnr2 salut ama mbak Ani.. Semoga semangad hidup mbak menular ke diriku sebagai sesama penyintas kanker…jadi pengen berbagi jg mbak…
Salam,

16 12 2010
ocekojiro

Kulo nuwuun…
Semoga dikemudian hari kebun kopi dan sayuran yang kemarin porak poranda menjadi subur tanpa pupuk buatan pabrik, dan menjadi sayuran ORGANIC tulen dengan kualitas super karena dipupuk oleh gusti Alloh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: