Kami Berduka

10 11 2010

 

Sebagian dari kami adalah penduduk asli Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman. Sebagian lainnya adalah warga pendatang seperti saya yang mencintai setiap sudut Yogya. Dari pantai, kota bahkan sampai ke gunung terlihat indah dari kacamata saya.

Pertemanan yang terjalin di kota kecil ini pun menyentuh hati saya. Mulai dari tukang parkir, mahasiswa, petani, peternak, tukang andong, tukang becak, buruh batik, membawa saya beserta hati ini membaur mesra.  Indah terjalin. Tanpa pamrih dan tidak ada tendensi politik apapun.

Udara pegunungan yang sejuk dan hamparan sawah serta aliran sungai yang bening tanpa polusi sungguh mengobati sesak nafas yang seringkali datang dan pergi.

Pilihan saya pindah ke Yogya bukanlah kesalahan.

Kini…gunung Merapi yang selama ini melengkapi indahnya pandangan mata kami sedang bergejolak menyapa. Banyak sekali persepsi yang berkembang  dari peristiwa itu. Ramalan dari para peramal yang merasa bisa  membaca kehendak Tuhan pun berkumandang memekakkan telinga.

Banyak manusia ingin menjadi tenar dari musibah yang menerpa kami. Berbicara tanpa dasar, menambah beban pikiran dan menyuburkan rasa takut kami terus menerus.

Sementara air mata kami belum kering.

Kaki ini masih pegel berlarian menghindari awan panas  dan hujan pasir.

Jantung ini masih berdegup kencang.

Nafas kami pun tersengal-sengal.

Mata kami juga mulai iritasi.

Antrian toilet hingga rebutan nasi bungkus di pengungsian belum terkoordinir dengan baik.

Anak-anak terpaksa liburan panjang dari kegiatan sekolah.

Ternak sapi dan kambing yang bertahun-tahun dibesarkan untuk dijual saat Idul Adha nanti pun telah dikurbankan pada wedus gembel.

Apa yang tersisa?

Jasad kami mungkin masih utuh. Tapi jiwa kami sudah tercabik. Oleh bencana dan kepentingan kelompok tertentu yang tak lagi punya nurani.

Apa yang kami lakukan ?

Berdiam diri mengharap belas kasihan di Pengungsian pastinya bukanlah pilihan kami. Kami tidak dilahirkan dan dibesarkan untuk berpangku tangan merenungi nasib. Saat bantuan pemerintah belum dan tidak sampai pada tangan kami, ikatan kuat di antara kami telah mampu mengantarkan banyak bantuan dari ribuan nama yang tak mungkin kami sebut satu per satu.

Terima kasih dari hati atas segala keikhlasan yang telah diberikan untuk kami dari banyak pihak beberapa pekan ini.


Actions

Information

3 responses

13 11 2010
Ana

Ani kalo mau memberikan sumbangan berupa uang dikirim kemana?tks.

14 11 2010
Titah

Masih di Bali, An? Sekeluarga baik2 kan?

3 12 2010
bundadontworry

Semoga Anny dan keluarga dlm keadan baik2 ya ,amin
(hugz erat)
Ampuni kami ya Rabb……….
berikan kami kekuatan dan ketabahan dlm menjalani semua musibah ini ,amin
salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: