Tak Ada Yang…Abadi…

28 10 2010

 

Sore itu hujan begitu lebat, gemuruh petir bersahutan, dingin pun merayap menembus kulit tubuh ini. Meskipun jam dinding masih menunjukkan pukul 4 sore, tapi kawasan komplek perumahan kami yang berada di Jalan Kaliurang KM 13 rasanya sudah gelap gulita. Menutup jendela sekaligus gorden, menyalakan lampu dan ngumpet di bawah selimut tebal sangat membantu meredam sedikit rasa galau menyaksikan hujan yang demikian lebatnya.

Entah mengapa tiba-tiba ingin menelfon seorang teman sesama petani organik yang kabarnya baru pulang dari RS. Bethesda karena tensinya drop. Bicara di telefon pun teriak-teriakan karena mesti berpacu dengan suara hujan dan petir. Kami berdua asyik membicarakan bayam merah yang dapat tumbuh subur tanpa harus menyentuh plastik untuk mengurangi tadah hujan. Kami menggunakan metode daun salak buka tutup ha ha ha ha…

Tidak ada yang istimewa dari cerita itu. Tidak ada yang menarik untuk diangkat. Hujan pun reda…makan sup panas rasanya sungguh segar dan menghangatkan tubuh. 

Entah sengaja atau tidak, sebenarnya saya paling tidak suka mengubah handphone menjadi “silent”.

Usai shalat magrib, saya sedikit kaget dengan bunyi getar HP di meja makan. Saya pikir getaran apa???? Ternyata hampir 100 seratus nomor mengirim sms yang intinya “MERAPI MELETUS”

Sebagai mantan pendaki gunung, saya merasakan kedekatan yang begitu sakral antara Merapi dengan Mbah Marijan. Seorang juru kunci yang sosoknya sangat sederhana dan bersahaja. Jika sebagian orang mengatakan bahwa Mbah Maridjan adalah sosok yang keras, saya justru mengenalnya sebagai seorang yang memiliki karakter dan prinsip hidup yang kuat.

Menjelang malam, sirine ambulan semakin kencang meraung-raung di sepanjang Jl. Kaliurang. Bau gas alam pun mulai menusuk hidung. Beberapa tetangga menelfon untuk saling bertukar informasi. Kegelisahan merayap….

Beberapa teman di Petung (pengumpul kopi organik) sudah dievakuasi turun ke Pakem. Pak Dukuh di dusun Ngancar tempat kami menanam sayur organik pun tetap dapat kami hubungi dengan baik meski sinyal telefonnya byar pet karena listrik di sini juga byar pet.

Seketika itulah mendadak seisi rumah menjadi sibuk menjawab sms dan menjawab telefon. Ada berita yang menggembirakan, katanya Mbah Maridjan mau turun….dalam hati (Waahhh…ini serius apa guyon?) karena beliau adalah orang yang kokoh pendiriannya.

Rabu pagi, saya mendengar kabar dari teman relawan yang naik ke lereng Merapi…dengan terisak-isak mengatakan bahwa semalam Mbah Maridjan mau turun, tapi beliau ingin shalat dulu….dan saat shalat itulah beliau bermesraan dengan Tuhan untuk selamanya. “Ani, Mbah Maridjan ditemukan bersujud. Sujud shalat, bukan sujud tersungkur!” begitulah tangisan seorang kawan mengabarkan kondisi Mbah Maridjan yang waktu itu belum dipastikan bahwa itu adalah jasad beliau.

Selamat jalan Mbah Maridjan…usai sudah tugasmu menjaga Merapi….

Selamat bercinta dengan Yang Maha Kasih….Mbah Maridjan. Segunung pelajaran hidup yang kami dapat darimu, tentang kesederhanaan, tentang keteguhan hati, tentang tanggungjawab, tentang mencintai alam, tentang kebaikan budi, tentang tanpa pamrih, tentang berbagi…..

Tentang ketiadaan yang pernah kita perbincangkan, jasad, jabatan, harta…bahkan segalanya…tak ada yang abadi. Dalam sekejap mata luluh lantak, terbang…berdebu!


Actions

Information

4 responses

28 10 2010
sima

trims ani sudah berbagi cerita.
turut berduka cita atas kepergian mbah Marijan dan semua korban bencana Merapi dan Mentawai. memang tak ada yg kekal di dunia ini.

31 10 2010
sitinuryani

sesama mantan pendaki…..mengucapkan duka yg mendalam dan salam kangen juga tuk mu mba..lama ngk kangen2an…..aku lama ngedropnya krn terlalu lemah kondisi paru2 ku kena virus mknya jd lama deh bercinta dengan peraduanku…..btw keep in touch n be happy

5 11 2010
ana

hai say pa kabar…, duuh kangen banget nih ma bau kopi dirmhmu dan juga dengan bebek gorengnya dan tentunya juga dengan orang2nya yg super baik dan super ramah, maap ya baru nongol skrg😦 , maklum terlalu sibuk dengan hal2 yg kurang jelas nih hehehe…
gimana keadaan sekitar rmhmu say? mudah2an ga terlalu banyak kena debu😦
semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua, amin.
keep us update ya dgn tulisan2mu jenaka tp mengena🙂
miss u alot girl xoxo

15 11 2010
Let's Share Together

salam kenal mas 🙂
emang tak ada yang abadi bos di dunia
oh ya ditunggu kunjungan balik di blog ane ya bos, sekalian tukeran link yuk 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: