Cerita Pada Suatu Malam….

15 10 2010

 

Duduk di teras belakang rumah, kami sesama penyintas kanker berbincang tentang banyak hal. Salah satunya adalah tentang memaknai hari-hari yang kami lewati bersama kanker.

Beberapa di antara kami adalah cancer survivor yang sudah melewati waktu 5 (lima) tahun, dan sebagian lainnya masih dalam pengobatan dan sebagian lagi masih ngalor-ngidul kebingungan mau diapain kanker di tubuhnya he he he…….

Sebagian perenungan kami yang menarik didiskusikan baik sesama penyintas kanker atau diri sendiri bertema “apa yang kau cari?”

Pertanyaan sederhana itupun mendapat banyak jawaban. Mulai dari obat kanker, kesembuhan, kesabaran, dll…

Lantas ???

Saya memang lebih banyak diam. Sebagai pendengar yang belajar menahan diri untuk tidak banyak bicara. Dan…mohon maaf jika ada beberapa cerita yang terlewat karena saya sedikit ngantuk.

Seorang sahabat dekat bertanya pada saya “Mana ceritamu? dari tadi kok membisu? Mentang-mentang segar bugar!”

Saya pun masih tersenyum, dalam hati berucap syukur berjuta makna bahwa apa yang saya alami, yang saya rasakan, yang saya keluhkan pada orang-orang yang begitu dekat di hati, ternyata benar adanya dihijab (ditutup) oleh Allah untuk sebagian yang lainnya.

Jadi? apa yang harus saya utarakan? Apa yang harus saya ceritakan?

Sejujurnya…pada malam itu…saat kami berkumpul bersama, luka yang menganga di salah satu bagian tubuh saya pun bicara melalui darah yang mengucur, cairan (yang saya anggap toxic) pun mengalir dan rasa sakit yang merayap pelan tapi pasti pun melintasi satu per satu tubuh ini.

Tapi….sekali lagi tapi…Bukankan semua itu juga nikmat? Nikmat yang sangat sempurna. Iya, nikmat SAKIT. Alhamdulillah…segala puji bagi Allah yang sangat pandai memberikan berjuta makna dalam satu cerita duduk bersama di teras belakang rumah pada suatu malam.

Iya. 7 (tujuh) orang berkumpul dengan tujuh cerita. Orang pertama, nangis terus karena belum dapat menerima vonis dokter . Orang ke-2 bicara Enema Kopi yang gak pernah sukses 15 menit. Orang ke-3 yang boseeeeen dengan Tamoxifen. Orang ke-4 yang ngomel dibohongin industri kesadaran. Orang ke-5 yang ginjalnya rusak dan mesti segera cuci darah (sakit kanker apa gagal ginjal?). Orang ke-6 bicara sayuran yang harganya di atas harga beras ha ha ha ha. Orang ke 7 (saya), nggak pengen apa-apa, pengen libur dari beban pikiran yang sekian lama memberati otak saya. Iya libur….nggak peduli apa kata dunia tentang kanker.

Dan…..liburan pun telah usai…..sekarang mulai nulis lagi….semoga!


Actions

Information

6 responses

15 10 2010
ferdinu

Lama ga keliatan teryata liburan to?
Seneng bisa baca tulisan mbakyu maning..🙂

15 10 2010
Sahabat Yogya

Hua ha ha ha…..huuuuhuiii

15 10 2010
sima

berbahagialah orang yg dapat bersyukur dalam segala hal seperti dirimu Ani. salut, angkat topi buatmu… ehhhh ga jadi ding… belum siap angkat topi karena rambutnya belum tukul.. gara2 kemo kemarin….

16 10 2010
bluethunderheart

saatnya menikmati keindahan ngeblogerrrrrr
salam hangat dari blue

17 10 2010
Titah

so, apa yg dihijab itu? recidive-kah? moga cepet baik say. no hp-mu ganti ya?

6 02 2011
Ayahnya Aulia

Assalamualaikum Mbak, mohon diterima salam kenal kami. Saya sangat menikmati tulisan2 Mbak yang begitu tetap semangat…..mudah2 isteri saya juga bisa tetap semangat seperti mbak, dia juga sakit kanker payudara…bone metastase dan sekarang sedang menjalani pengobatan zometa. Kami tinggal di Jogja juga, di Jl.Kaliurang tapi saya di Sulsel, kerja cari nafkah disana.
Wassalam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: