Semar

21 06 2010

 

Ada seorang sahabat bertanya ”Mengapa di rumahmu banyak gambar ataupun relief Punokawan?”

”Kami bertiga adalah pengagum tokoh Semar.” Itulah jawabannya.

Menurut Herjaka dalam tulisannya di situs www.jawapalace.org, Semar dalam bahasa Jawa disebut dempel = keteguhan jiwa. Rambut Semar berbentuk seperti kuncung yang bermakna akuning sang kuncung, yaitu sebagai kepribadian pelayan yang mengejawantah untuk melayani manusia.

Dia tidak laki-laki dan bukan perempuan, tangan kanannya ke atas mempunyai makna bahwa sebagai pribadi tokoh Semar hendak mengatakan symbol Sang Maha Tunggal. Sedangkan tangan kirinya ke belakang mengandung makna berserah total dan mutlak serta sekaligus simbol kemuliaan yang netral namun simpatik.

Penggambaran bentuk fisik Semar tidak mudah ditebak. Wajahnya adalah wajah laki-laki, tapi badannya seperti perempuan dengan perut dan dada besar. Rambutnya putih dan memiliki kerutan di wajah yang menandakan dia telah lanjut usia, tetapi potongan rambutnya kuncung sepeti anak-anak. Bibirnya tersenyum tetapi matanya selalu mengeluarkan air mata. Semar menggunakan kain sarung kawung seperti yang digunakan para abdi.

Penggambaran bentuk yang demikian menjadikan Semar sebagai sosok yang sarat misteri dan juga simbol kesempurnaan hidup. Tubuh Semar tersimpan karakter wanita, laki-laki, anak-anak, orang tua, ekspresi gembira dan sedih bercampur menjadi satu.

Semar selalu hadir dalam setiap lakon wayang dan kehadirannya sangat dinanti para penggemarnya. Meskipun dia seorang abdi,rakyat jelata, buruk rupa, miskin, hitam legam namun dibalik wujud lahirnya tersebut tersimpan sifat-sifat mulia, yakni mengayomi, mampu menyelesaikan masalah, sabar, dan bijaksana.

Apa hubungannya cerita tentang Semar ini dikaitkan dengan blog ini ? Blog yang saya buat untuk berbagi dengan teman-teman penyintas kanker khususnya?

Seperti yang telah saya kutipkan di atas tentang Semar. Saya bermimpi mampu bersikap seperti Semar dalam menyikapi hidup dengan kanker. Semoga. Amin.

Semar tidak pernah tunduk kepada siapapun kecuali kepada sang penguasa alam. Kaitannya dengan pengobatan kanker, saya berusaha meletakkan ketergantungan saya hanya pada Tuhan yang menentukan hidup dan mati saya. Saya tidak ingin berpusing-pusing ria dengan perkiraan umur yang seringkali terlontar dari sebagian kalangan khususnya medis.

Saya meyakini, teman-teman yang memiliki kualitas hidup yang sangat baik tidak semuanya menempuh pengobatan medis. Begitupun sebaliknya. Karenanya saya sangat menghargai apapun pilihan pengobatan yang diambil teman-teman dengan tetap berkeyakinan bahwa Tuhan Maha Penyembuh.

Dalam perang Semar tidak pernah membunuh, hanya membuat manusia sadar akan kesalahannya. Saya pun pernah melakukan kesalahan di masa lalu yang mungkin memberikan andil berkembangnya sel kanker dalam tubuh saya. Musuh terbesar diri saya adalah nafsu. Saya berusaha untuk berdamai dengan diri sendiri. Berusaha untuk tidak menyalahkan siapapun sebagai kambing hitam dalam hal pengobatan yang saya jalani. 

Semar bersenjatakan kentut yang bisa membuat orang pingsan dan menyadari tingkah lakunya. Kalau untuk yang ini….insya Allah saya tetap akan enema kopi meski banyak yang kontra dengan pilihan saya he he he.

Semar adalah bayangan kehidupan yang benar-benar samar. Semar selalu tertawa dalam kondisi apapun. Saya dan keluarga mencoba menanamkan sikap “Hidup dengan kanker, so what gitu lho he he he…” Saya ingin selalu menjawab sms/telpon/email teman-teman, meski tidak selamanya kondisi saya fit betul. Bahkan saat flare up berat dan tak bisa buka mata, kadang-kadang sms yang sedikit menyadarkan saya pun saya terima (misal : “Gak niat di sms, nggak usah pasang nomor telpon dimana-mana” hi hi hi ) karena keterbatasan saya tidak mampu melayani dengan baik.

Anda silahkan tertawa dengan apa yang saya tuliskan. Saya pun tertawa ha ha ha…. dan saya terus bermimpi….dan berusaha mewujudkan mimpi saya hidup dengan sikap Semar yang bijak, meski kanker menyapa tubuh ini. Meski industri kesehatan terus mengeruk keuntungan dari slogan “Kanker penyakit mematikan!” Meski industri kesadaran turut jualan training “Berdamai dengan diri sendiri!” Meski teman-teman di komunitas datang dan pergi silih berganti. Meski….meski….meski….meski…hidup dengan kanker, tetap ada keindahan di balik semua itu….seperti Semar yang SAMAR.

By Siti Aniroh


Actions

Information

8 responses

22 06 2010
ocekojiro

Ooo… gitu ya cerita tentang Semar, semoga bisa sebijak Semar dalam menyikapi hidup bersama kanker ya mbak.
Btw, potongan rambut semar keren juga yaa… sampe ditiru ama David Beckham dan anak2 PUNK, he he he

23 06 2010
Sahabat Yogya

@Betullll Kang Oce, Semar Mesem he he he asal ojo mesam mesem dewe nang ndalan, ndak dikira kagak genep ha ha ha….

25 06 2010
sapta

baru tau cerita tentang semar nih aq.. ternyata Semar tidak pernah tunduk kepada siapapun kecuali kepada sang penguasa alam yaa.. hmm..😀

25 06 2010
rainbroccoli

Tokoh Semar memang luar biasa dengan segala keterbatasannya tapi masih juga bisa menjadi panutan dan mengingatkan orang untuk memperbaiki diri….

26 06 2010
Sahabat Yogya

@Sapta & Rain…
Terkadang kita manusia hanya melihat tampilannya, padahal tampilan itu SAMAR, tetapi kita acapkali terlalu cepat menilai sesuatu yang samar itu he he he misalnya “wuiiiih hebat mobilnya BMW!” Ternyata utang he he he nggak nyambung ya!

27 06 2010
bundadontworry

alhamdulillah, mampir disini bunda dapat lagi ilmu baru ttg tokoh Semar, disinilah bunda tau apa dan bagaimana Semar ini.
Memang sesungguhnya dlm sholat pun kita selalu menyebutkan ;; sesungguhnya hidup dn matiku kuserahkan hanya padaMU”
namun, dlm kenyataannya , masih banyak tuhan2 lain yg kita takuti dan sembah, seperti materi .
terimakasih banyak Ani utk tulisan yg selalu menginspirasi utk menjalani hidup ini hanya krn mengharap ridhoNYA semata🙂
salam

27 06 2010
Sahabat Yogya

Iya Bunda…dalam perjalanannya pun, banyak orang yang mengaku dirinya Tuhan. Dalam pengobatan kanker, banyak sekali bermunculan Tuhan-tuhan(an) he he he

5 07 2010
Brotoadmojo

😀 Gusti Allah mboten Sare… dalam hal apapun pasti ada orang yang ‘menuhankan’ (bukan berarti dia tuhan), saya juga punya pegalaman waktu antar periksa kedokter kandungan, dengan entengnya pak dokter ngomong ‘kalau minggu depan tidak ada perkembangan terpaksa harus diangkat..’ lha wong positif hamil kok mau diangkat, memange jemuran….😀
(ga nyambung ya…)
Semangat mba’…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: